Morning Sickness

morning sickness Mual dan muntah selama tiga sampai empat bulan pertama kehamilan atau lebih di kenal dengan istilah “morning sickness”, walaupun gangguan ini dapat terjadi kapan saja (maksudnya tidak harus selalu di pagi hari), aku sendiri mengalaminya lebih sering di malam hari. Jadi kalau pagi-pagi aku hampir tidak ada keluhan apa-apa. Tapi sebaliknya menjelang malam, rasa mual terkadang datang tanpa di undang 🙂 .

Gejala yang timbul bermacam-macam, mulai dari sedikit rasa mual sampai muntah. Fase ini merupakan bagian terburuk dari masa kehamilan bagi sebagian wanita, tapi tidak untuk wanita lain. Bagi moms yang mengalaminya, biasanya terbebas setelah minggu ke 12 sampai 14.

APA SIH PENYEBABNYA?

Gangguan ini diperkirakan karena peningkatan hormon HCG selama tiga bulan pertama kehamilan. Penyebab lainnya : stress, bau menyengat, tablet zat besi pada kehamilan tiga bulan pertama, sulit menelan, dan melihat atau mencium makanan yang tidak kita sukai. Pada sebagian kecil wanita, gangguan ini terus terjadi selama kehamilannya. Namun sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau bidan ketika moms mengalami gangguan ini sampai melewati usia kehamilan 16 minggu.

APA YANG DAPAT MOMS LAKUKAN?

Ada beberapa tips untuk mengatasi gangguan kehamilan. Cobalah beberapa saran berikut ini untuk mengetahui cara yang tepat untuk moms.

  • Bila moms sering muntah, sikatlah gigi sesering mungkin-muntah mengandung asam yang merusak gigi dan sikat gigi mencegah gigi kropos.
  • Makan apa saja yang moms sukai begitu merasa lapar
  • Makan-makanan yang membuat perasaan nyaman
  • Makan cemilan berkarbohidrat seperti roti bakar, buah-buahan, krakers atau kentang rebus, sedikit tapi sering.
  • Hindari makanan berlemak dan yang tidak moms sukai dan jangan memasak makanan yang beraroma menyengat.
  • Makan makanan kaya vitamin B6 seperti pisang, tuna, kentang, produk gandum, kismis, dan biji wijen.
  • Isap mints, permen jahe, atau kunyalah permen karet rasa pepermint.
  • Hindari obat-obatan kecuali dengan resep dokter.
  • Bila tidak suka jus jeruk atau air putih, minumlah teh herbal.
  • Minum dan makanlah makanan kaya berkarbohidrat (misal : biskuit atau roti bakar) di pagi hari sebelum meninggalkan tempat tidur dan tetap di tempat tidur sekitar 20 menit untuk mencernanya.
  • Bangun perlahan dan duduk di pinggir tempat tidur beberapa menit sebelum berdiri.

HATI-HATI!

Muntah hebat dan berlebihan selama kehamilan, yaitu bila tidak dapat menelan makanan dan kehilangan berat badan, di sebut gravidarum hyperemesi. Hal ini harus di tangani dokter dan mungkin memerlukan perawatan rumah sakit. Pengobatan biasanya cepat, efektif, dan tidak berbahaya bagi ibu dan bayi.

source :  buku Kehamilan (seri ibu dan anak)

Janin Tersenyum dan Menangis dalam Rahim Ibu

Berikut ini, gambar-gambar luar biasa yang membuktikan bayi dapat tersenyum dalam kandungan ibunya.

Foto-foto tersebut menunjukkan, bayi yang belum lahir pun ternyata mampu mengejapkan matanya, menguap, mengernyitkan dahi dan..menangis! Sampai saat ini, dokter dan orangtua percaya, janin dalam rahim ibu, tak dapat tersenyum sampai beberapa minggu setelah lahir. Tetapi ahli kandungan terkenal asal Inggris, Prof Stuart Campbell yang mempelopori teknik rekaman gambar ini, mengatakan, pendapat tersebut tidaklah benar sepenuhnya. “Para ahli berpendapat, bayi tidak tersenyum sampai usia 6 minggu setelah lahir. Padahal, sebelum lahir pun bayi-bayi itu sering sekali tersenyum.” Gambar-gambar ini, dibuat menggunakan ultrasound 4D, yang mencatat gema/gaung yang berasal dari rahim ibu, dan mencatatnya secara digital. Pengamatan yang dilakukan selama berjam-jam, akan menghasilkan gambar yang membuat orangtua seperti menonton video kehidupan bayinya.

4d-2.jpgFoto-foto tadi, juga akan membantu dokter mendapatkan peringatan dini bila bayi-bayi dalam kandungan itu abnormal, seperti: langit-langit mulutnya terbelah, sindrom down dan kelainan lain yang berkaitan dengan tungkai, lengan, serta anggota tubuh lainnya. Prof Campbell, mengatakan, “Dengan munculnya gambar-gambar tadi, sejumlah pertanyaan mengenai janin dalam kandungan, bisa diselidiki.” “Misalnya, apakah janin dengan problem genetik memiliki pola gerak yang sama seperti janin normal?” “Apakah janin-janin itu tersenyum karena dia merasa bahagia? Atau menangis karena ada suasana atau kejadian yang menganggunya..?” “Mengapa janin mengedip-ngedipkan matanya? Padahal selama ini, kita berasumsi rahim ibu itu gelap gulita.” Foto-foto janin ini, bahkan bisa diambil ketika usia kandungan si ibu baru 12-20 minggu. Biaya pengambilan gambar janin ini, kira-kira, 275 poundsterling (kurang lebih 4 juta rupiah).

4d-3.jpgYvone Ntimoah (29) yang mengambil gambar bayi perempuannya –baru berusia 31 minggu– mengatakan, “ Ini sangat fantastik. Tangannya tadinya menutupi wajahnya, tetapi tiba-tiba tangannya terbuka, dan kami bisa melihat dia tersenyum.” Kate Blackwell (29), yang hamil 27 minggu, menambahkan, “Suamiku, Paul, dan aku dapat menyaksikan setiap gerak-gerik bayi kami.” Meski begitu, ahli kandungan lain, Maggie Blott, memiliki pendapat berbeda. Ia masih tidak percaya bayi dapat tersenyum dalam rahim ibunya. “Memang, bayi-bayi itu seperti tersenyum

Sumber : http://www.kompas.co.id/

Tanda-tanda Kehamilan

Ada banyak tanda-tanda dan gejala yang menunjukkan bahwa moms sedang hamil. Tidak mendapat menstruasi merupakan tanda yang paling jelas bahwa kita sedang hamil, apalagi bila menstruasi yang datang biasanya teratur. Beberapa tanda lainnya yang merupakan indikasi awal adalah sering buang air kecil dan melembutnya atau membesarnya buah dada.

Yuk kita lihat tanda-tanda lainnya :

  • Kepekaan atas bau-bauan Moms mungkin semakin peka pada bau yang tajam, seperti asap rokok, parfum, atau makanan tertentu yang menimbulkan rasa pusing.
  • Perubahan Buah Dada Peningkatan kadar progesteron memperbesar dan memperlembut buah dada. Puting susu dan aerola (daerah seputar puting) juga melebar dan menjadi lebih gelap.
  • Tidak mendapat haid Haid merupakan tanda bahwa rahim tidak perlu lapisan tambahan yang telah dipersiapkan untuk menerima telur yang telah dibuahi. Maka, bila tidak haid berarti terjadi pembuahan.
  • Frekuensi buang air seni Hal ini berkaitan dengan hormon relaksin yang mengendorkan otot-otot panggul, di tambah dengan peningkatan cairan tubuh dan produksi air seni.
  • Keletihan Moms akan merasa sangat letih akibat cepatnya perkembangan plasenta dan janin.
  • Perubahan Selera Perubahan hormonal membuat beberapa makanan terasa tidak enak atau meninggalkan rasa seperti logam di mulut. Terkadang ada beberapa moms juga mulai mengidamkan makanan tertentu.
  • Mual Pagi Kenaikan kadar hormon HCG meningkatkan asam lambung dan kepekaan atas bau-bauan yang menyebabkan rasa mual dan muntah.
  • Meningkatnya keputihan Hal ini berhubungan dengan perubahan hormonal

 

 

 

 

Persiapan Sebelum Pembuahan

Ada beberapa hal yang perlu kita siapkan sebelum pembuahan, baiknya sih di lakukan ketika menjelang pernikahan atau saat-saat awal setelah pernikahan. Yuks kita bahas satu-satu :

1. Periksa Kelengkapan Imunisasi

* Apakah moms telah mendapatkan imunisasi rubella atau cacar air?

* Apakah moms berencana berpergian ke luar negeri selama hamil?

Penyakit infeksi semasa kanak-kanak jarang terjadi selama kehamilan, tapi terinfeksi rubella pada awal kehamilan atau cacar air saat hamil tua mengakibatkan komplikasi serius pada bayi.  Kkebalan dapat di periksa dengan tes darah. Bila perlu, Moms di imunisasi untuk mencegah rubella, tapi moms di sarankan tidak melakukan pembuahan selama 3 bulan setelah vaksinasi. Banyak dokter menyarankan imunisasi ulang atas beberapa penyakit, seperti gondok, hepatitis B, dan tetanus.

Bila moms berencana pergi atau tinggal di luar negeri selama kehamilan, imunisasi tertentu seperti penyakit kuning atau tipus dianjurkan. Beberapa suntikan tidakboleh diberikan saat hamil atau perlu waktu untuk beraksi terhadap tubuh, karenanya konsultasikan dengan dokter dan rencanakan lebih awal bisa membutuhkannya.

TES TORCH

Ada beberapa teman yang ketika hamil muda langsung di suruh tes torch oleh DSOG nya, tapi kalo DSOG yang memeriksaku waktu itu bilang, “seharusnya tesnya sebelum hamil bu” . Karena waktu itu kehamilanku sudah memasuki usia kehamilan 2 bulan, jadi aku belum sempat tes torch sampai sekarang.

Memang untuk tes torch itu sendiri saat yang tepat di lakukan adalah ketika sebelum hamil atau beberapa bulan sebelum kita berencana hamil jadi kalau terdeteksi bisa diobati tanpa mengganggu janin (karena pengobatan perlu beberapa bulan untuk bisa bersih).

Apa sih Torch itu?                                                                   yuks kita simak artikel dari http://www.infeksi.com

TORCH adalah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakti infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil.

kini, diagnosis untuk penyakit infeksi telah berkembang antar lain ke arah pemeriksaan secara imunologis.
Prinsip dari pemeriksaan ini adalah deteksi adanya zat anti (antibodi) yang spesifik taerhadap kuman penyebab infeksi tersebut sebagai respon tubuh terhadap adanya benda asing (kuman. Antibodi yang terburuk dapat berupa Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG)

TOXOPLASMA

Infeksi Toxoplasma disebabkan oleh parasit yang disebut Toxoplasma gondi.
Pada umumnya, infeksi Toxoplasma terjadi tanpa disertai gejala yang spesipik. Kira-kira hanya 10-20% kasus infeksi

Toxoplasma yang disertai gejala ringan, mirip gejala influenza, bisa timbul rasa lelah, malaise, demam, dan umumnya tidak menimbulkan masalah.

Infeksi Toxoplasma berbahaya bila terjadi saat ibu sedang hamil atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh terganggu (misalnya penderita AIDS, pasien transpalasi organ yang mendapatkan obat penekan respon imun).

Jika wanita hamil terinfeksi Toxoplasma maka akibat yang dapat terjadi adalah abortus spontan atau keguguran (4%), lahir mati (3%) atau bayi menderita Toxoplasmosis bawaan. pada Toxoplasmosis bawaan, gejala dapat muncul setelah dewasa, misalnya kelinan mata dan atelinga, retardasi mental, kejang-kejang dn ensefalitis.

Diagnosis Toxoplasmosis secara klinis sukar ditentukan karena gejala-gejalanya tidak spesifik atau bahkan tidak menunjukkan gejala (sub klinik). Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium mutlak diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan yang lazim dilakukan adalah Anti-Toxoplasma IgG, IgM dan IgA, serta Aviditas Anti-Toxoplasma IgG.

Pemeriksaan tersebut perlu dilakukan pada orang yang diduga terinfeksi Toxoplasma, ibu-ibu sebelum atau selama masa hamil (bila hasilnya negatif pelu diulang sebulan sekali khususnya pada trimester pertma, selanjutnya tiap trimeter), serta bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi Toxoplasma.

RUBELLA

Infeksi Rubella ditandai dengan demam akut, ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi ini disebabkan oleh virus Rubella, dapat menyerang anak-anak dan dewasa muda.

Infeksi Rubella berbahaya bila tejadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi tejadi trimester pertama maka risikonya menjadi 25% (menurut America College of Obstatrician and Gynecologists, 1981).

Tanda tanda dan gejala infeksi Rubella sangat bervariasi untuk tiap individu, bahkan pada beberapa pasien tidak dikenali, terutama apabila ruam merah tidak tampak. Oleh Karena itu, diagnosis infeksi Rubella yang tepat perlu ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan laboratorium.

Pemeriksaan Laboratorium yang dilakukan meliputi pemeriksaan Anti-Rubella IgG dana IgM.

Pemeriksaan Anti-rubella IgG dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kekebalan pada saat sebelum hamil. Jika ternyata belum memiliki kekebalan, dianjurkan untuk divaksinasi.

Pemeriksaan Anti-rubella IgG dan IgM terutama sangat berguna untuk diagnosis infeksi akut pada kehamilan < 18 minggu dan risiko infeksi rubella bawaan.

CYTOMEGALOVIRUS (CMV)

Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegalo, dan virus ini temasuk golongan virus keluarga Herpes. Seperti halnya keluarga herpes lainnya, virus CMV dapat tinggal secara laten dalam tubuh dan CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi terjadi saat ibu sedang hamil.

Jika ibu hamil terinfeksi. maka janin yang dikandung mempunyai risiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, ekapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain.

Pemeriksaan laboratorium sangat bermanfaat untuk mengetahui infeksi akut atau infeski berulang, dimana infeksi akut mempunyai risiko yang lebih tinggi. Pemeriksaan laboratorium yang silakukan meliputi Anti CMV IgG dan IgM, serta Aviditas Anti-CMV IgG.

HERPES SIMPLEKS TIPE II

Infeksi herpes pada alat genital (kelamin) disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe II (HSV II). Virus ini dapat berada dalam bentuk laten, menjalar melalui serabut syaraf sensorik dan berdiam diganglion sistem syaraf otonom.

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi HSV II biasanya memperlihatkan lepuh pada kuli, tetapi hal ini tidak selalu muncul sehingga mungkin tidak diketahui. Infeksi HSV II pada bayi yang baru lahir dapat berakibat fatal (Pada lebih dari 50 kasus)

Pemeriksaan laboratorium, yaitu Anti-HSV II IgG dan Igm sangat penting untuk mendeteksi secara dini terhadap kemungkinan terjadinya infeksi oleh HSV II dan mencaegah bahaya lebih lanjut pada bayi bila infeksi terjadi pada saat kehamilan.

Infeksi TORCH yang terjadi pada ibu hamil dapat membahayakan janin yang dikandungnya. Pada infeksi TORCH, gejala klinis yang ada searing sulit dibedakan dari penyakit lain karena gejalanya tidak spesifik. Walaupun ada yang memberi gejala ini tidak muncul sehingga menyulitkan dokter untuk melakukan diagnosis. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk membantu mengetahui infeksi TORCH agar dokter dapat memberikan penanganan atau terapi yang tepat.

Biaya tes Torch mahal….

betul banget moms, biaya untuk tes torch memang mahal banget. Dari informasi yang aku dapat sih, sejauh ini yang termurah di RS Eka Hospital  sekitar 800 ribu lebih. Temen kantorku bulan september 2009 kemarin baru aja tes di sana. Dan hasilnya positif CMV 😦  . Temenku ini udah dua kali keguguran di usia kandungan masih di trisemester awal. Akhirnya setelah keguruan kedua kalinya di anjurkan untuk tes torch oleh DSOG nya.

Setelah hasilnya negatif, temenku di kasih obat untuk 3 bulan. Obat dan vitaminnya di minum selama 10 hari (untuk tiap-tiap bulannya). Total obat dan vitaminnya kira-kira hampir 700 ribu (untuk 10 hari). Fiuhh lumayan juga ya biayanya. Setelah 3 bulan selesai minum obat, harus di tes lagi, kalo kondisinya membaik, obat dan vitamin di stop, tapi kalo belum, obat dan vitaminnya masih harus di minum untuk satu bulan lagi.

Bagaimana menghindarinya?

  • Hindari makanan-makanan kaki empat yang setengah matang. Seperti sate, steak or barbeque. Kemungkinan besar virus ini belum mati dan  ada di daging setengah matang ini, lalu termakan oleh kita. Jadi  ikutan terinveksi deh kita.
  • Yang kedua hindari mengkonsumsi sayuran mentah  yang proses pencuciannya kurang bersih. Contoh2nya aneka lalapan (ini yang sangat susah di hindari oleh orang sunda seperti temen ku terkena CMV, dia hobi banget makan lalapan mentah)
  • Yang ketiga, cuci tangan sebersih-bersihnya setelah berinteraksi langsung dengan tanah (lebih baik lagi  kalo moms pakai sarung tangan), misalnya ketika berkebun. Karena virus tokso yang ada dalam kotoran hewan seperti kucing dan anjing bisa mencemari tanah yang tidak sengaja kita pegang.

Sekian dulu ya moms informasi persiapan sebelum kehamilan ini. Semoga bermanfaat.

pregnant2

Menanti Dalam Cemas

18 April adalah kali pertama aku mengetahui diriku hamil. Setelah beberapa hari telat, haid yang biasanya hadir di tanggal 13, tak kunjung datang. Seorang teman menganjurkan aku untuk segera tes kehamilan.

Belum genap 4 bulan pernikahanku, tapi hampir di setiap bulan aku rutin membeli tespack dan menggunakannya, bahkan ketika jadwal haid rutinku memang belum waktunya datang, alias belum ada tanda-tanda “telat”, aku tetap mencoba tes kehamilan itu.

Rasa cemas dan ingin segera memiliki bayi campur aduk dalam hatiku. Cemasku beralasan, cukup banyak teman dekatku atau teman suami yang tak kunjung memiliki momongan setelah sekian tahun menikah. Aku sendiri begitu menyenangi anak-anak semenjak masih gadis. Buku-buku tentang mendidik anak sudah ku lahap habis jauh sejak beberapa tahun lalu. Wajar bila aku sangat ingin segera hamil setelah menikah.                                               Ada rasa sedih dan takut bila hasil tespack itu menunjukkan hanya satu garis, yang berarti negatif. Beberapa kali di satu pagi aku merasakan mual dan pusing, tak ayal lagi aku langsung berpikir, “wah sepertinya hamil nih”, tapi hasil tes tetap menunjukkan negatif. Aku bahkan pernah melakukan tespack dua kali dalam sebulan. Saking berharapnya.

Tapi di bulan april itu, entah kenapa walau jelas-jelas jadwal haidku  telah menunjukkan telat hingga beberapa hari, aku tak kunjung ingin melakukan tes. Alasannya sederhana, takut kecewa seperti bulan-bulan yang lalu. Lagi pula saat itu aku merasakan sakit di pinggang seperti layaknya sakit menjelang datang bulan.

Tapi seorang teman mengingatkanku, “agar bisa hati-hati kalau benar-benar positif hamil”  katanya  saat itu.                                                                                         Benar juga pikirku. Akhirnya di sabtu pagi, ketika baru bangun tidur, aku langsung melakukan tes. Masih teringat jelas bagaimana berdegupnya jantungku, menunggu hasil tes yang hanya sekian detik itu.

Antara percaya dan tidak melihat hasilnya menunjukkan dua garis.

“Positif bi” kataku haru, masih dari dalam kamar mandi. Suamiku yang masih tidur-tiduran di kamar mandi sontak berlari menghampiriku.

“Subhanallah” katanya sembari memelukku erat dan mencium keningku. Kami larut dalam haru dan bahagia di sabtu pagi yang cerah itu.

Aku teringat doa-doaku pada Allah. Allah memang tidak pernah mengecawakan hamba-Nya. Tidak ada doa dan air mata yang sia-sia bila berharap hanya pada-Nya.

April 2009